Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar

Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar

Oleh : I Putu Tirta Genap, ST

Lobster air tawar jenis lobster yang memiliki ketahanan hidup yang tinggi. Bayangkan saja, lobster ini mampu hidup dimanapun asalkan ada air yang mengalir serta tempat berlindung. Bisa bertahan hidup selama 8 jam pada area tanpa air.

Ada beberapa alasan banyak orang tertarik membudidayakannya, karena memiliki ketahanan hidup yang baik dan memiliki cita rasa yang lezat, kandungan gizi didalamnya juga sangat banyak, harga jual lobster air tawar juga cukup tinggi bergantung dari besarnya ukurannya dengan kata lain pasar masih terbuka lebar.

Nah, jika Anda salah satu pecinta lobster, ada baiknya mencoba membudidayakannya sendiri, selain bisa menikmati lobster dengan gratis, Anda juga bisa mendapat untung dari usaha budidaya lobster air tawar.

Ini yang penulis lakukan diawali dengan mencoba secara autodidak, membaca buku dan berkonsultasi langsung dengan pakarnya, sehingga sampai sekarang usaha ini tetap berjalan dan sudah terjadi transaksi jual beli. Banyak juga para penggembar baru yang berkunjung ke rumah penulis, ada yang langsung mencoba ada pula yang sekedar tanya-tanya dulu, semua penulis layani dengan senang hati.

Kunjungi pula: https://lobster-bali.blogspot.com https://zahiralobsterbali.blogspot.com wa: 089 629 588 696

Bagaimana cara membudidayakannya?

Tenang, artikel kali ini akan membahas sedikit tentang cara mudah budidaya lobster air tawar . Simak terus artikel kami untuk lebih lengkapnya!
    1. Cara budidaya lobster air tawar dibagi menjadi beberapa bagian yakni Pembenihan dan pembesaran lobster air tawar ,
    2. Persiapan tempat budidaya seperti kolam semen
    3. Usaha pembenihan
    4. Usaha pembesaran
    5. Pertumbuhan lobster air tawar Super cepat
Lebih lengkapnya kami uraikan satu persatu dibawah ini:

BAGIAN PERTAMA

PEMBENIHAN DAN PEMBESARAN

LOBSTER AIR TAWAR

Pembenihan dan Pembesaran budidaya lobster air tawar dapat dilakukan dalam skala kecil dan besar, seperti tertera di bawah ini:

Catatan: Jika jumlah lobster atau modal awalnya masih sedikit, misalnya hanya mampu membeli satu set indukan, disarankan memulai usaha pada skala kecil. Tidak perlu langsung membuat kolam besar. Pasalnya jika kolam terlalu luas padahal indukannya sedikit, justru akan mengurangi kemampuan kawin lobster.
Karena itu disarankan usaha budidaya dimulai dari skala kecil terlebih dahulu, lalu meningkat keskala besar.
Penulis sarankan untuk pemula usaha budidaya lobster air tawar sebaiknya dimulai dengan pembesaran dengan membeli benih / bibit berukuran berkisar 2 inci (5 cm) yang siap dibesarkan pada dua atau lebih kolam dengan ukuran 1 x 1 meter atau 1 x 2 meter atau lebih.

Untuk mendapatkan hasil atau tujuan yang diharapkan maka sebelum memulai usaha semua persiapan dapat dijalankan dengan baik, seperti:

A.Menentukan Lokasi Budidaya

Dalam menentukan lokasi budidaya setidaknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang budi daya, bila perlu ada konsultan atau tenaga pembina/penyuluh yang telah berpengalaman…. bahasa gaulnya ada suhu/gurunya….), ada sumber air, air mudah didapatkan dan air tidak tercemar.

B. Kualitas dan Sumber Air

1. Temperatur Air, yang ideal adalah 24-300C. Temperature dibawah atau di atas angka tersebut sangat membahayakan kehidupan lobster air tawar. Jika temperature rendah dari angka tersebut:

  • Proses penetasan akan berlangsung lebih lama. Umumnya proses penetasan telur secara normal membutuhkan waktu 5 minggu.
  • Aktivitas lobster jauh berkurang atau tidak banyak bergerak sehingga nafsu makannya juga tidak terlalu besar sehingga mengakibatkan pertumbuhan lobster menjadi lambat.
  • Sebaliknya jika temperatur lebih tinggi kemungkinan lobster bertahan hidup sangat kecil.

Catatan: Temperatur air tidak hanya diukur dipermukaan air tapi juga di dasar kolam harus diketahui secara pasti karena disanalah lobster air tawar hidup. Pengukuran bisa menggunakan thermometer biasa tetapi harus direndam sampai di dasar kolam.
Ingat lho…. Temperature air berpengaruh terhadap aktivitas lobster dan nafsu makannya.

2. Derajat Keasaman (pH), pH yang ideal untuk lobster air tawar adalah ada pada kisaran 6-8. Jika berada diluar kisaran tersebut perlu dimodifikasi dengan teknik tertentu. Misalnya jika terlalu rendah (dibawah 6), perlu ditambahkan kapur perikanan berupa kalsium karbonat (CaCO) yang jumlahnya tergantung pada kondisi pH sebelumnya atau tambahkan garam atau soda kue (bikarbonat) agar pH naik sedikit. Sementara jika pH terlalu tinggi (lebih dari 8) bisa diturunkan sedikit menggunakan daun ketapang kering yang dimasukkan kedalam air kolam. Jika air berwarna kecoklatan berarti pH telah stabil. Derajat keasaman bisa dinaik-turunkan menggunakan obat-obatan, seperti ph Up dan ph down. Cara penggunaan bahan-bahan tersebut harus hati-hati, perlahan dan sedikit demi sedikit agar proses penetralan berhasil dilakukan.

3. Kadar Garam, untuk mengukur kadar garam dalam air (salinitas) bisa menggunakan salinitas meter. Kandungan garam maksimal yang masih bisa ditoleransi oleh lat adalah 3 ppt.

4. Kandungan Amonia. Amonia merupakan hasil buangan kotoran lobster dan sisa pakan yang jika diabaikan dalam waktu lama akan terakumulasi dan menjadi racun bagi lobster. Kadar ammonia dalam air perlu dipantau yakni maksimum 1 ppm. Kadar amonia bisa dipantau menggunakan Ammonium Tes Kit yang berwujud cair yang bisa diperoleh dengan mudah di toko-toko ikan hias.

5. Kekeruhan air perlu diperhatikan karena air yang terlalu keruh dapat menyumbat saluran pernapasan lobster.

Catatan: Cara mengatasi kadar ammonia yang tinggi adalah:

  • Dengan menyedot kotoran lobster dan sisa pakan di dasar kolam atau akuarium paling lama 3 hari sekali.
  • Dengan menggunakan filter untuk mendaur ulang air
  • Atau bisa juga dengan menggunakan bakteri pengurai buatan untuk mengurangi sisa pakan dan dan kotoran lobster.
  • Sumber Air

Air yang bisa digunakan untuk pemeliharaan lobster adalah air tanah, air PAM, air sungai dan mata air.

Air tanah:

  • relatif lebih bersih dibanding air sungai.
  • relatif lebih aman daripada air PAM
  • miskin oksigen dan kondisi pHnya rendah (asam) karena diambil dari bawah tanah yang hampir tidak pernah bersentuhan dengan udara, sedangkan proses masuknya oksigen ke dalam air melalui pertemuan udara dengan air.
  • pH air tanah setiap lokasi berbeda-beda

Air sungai:

  • rawan cemaran pestisida atau limbah rumah tangga.
  • sifat air sungai adalah keruh, kotor dan mengandung lumpur.
  • memiliki kandungan oksigen yang baik dan kondisi pH relatif stabil

Air PAM

  • lebih banyak mengandung klorin dan kaporit, maka perlu diendapkan minimal 12 jam sehingga klorin dan kaporit menguap
  • kelebihan air PAM adalah pH-nya stabil sekitar 7
  • oksigen yang dikandung air PAM tergolong cukup

Mata air

  • lebih aman karena bisa dijaga sumber airnya supaya tidak tercemar

Catatan: air tanah dan air PAM yang akan digunakan sebaiknya ditampung terlebih dahulu selama 12 jam, bila perlu diberi aerasi berupa gelembung-gelembung udara yang dihasilkan dari selang-selang yang dihubungkan dengan aerator, sehingga proses terjadinya saturasi (oksigen dalam air menjadi penuh dan tidak bisa masuk lagi) hanya berlangsung 8 jam dan otomatis pH akan lebih cepat bergerak ke titik stabil dan cenderung lebih tinggi dibandingkan ketika air baru diambil dari dalam tanah.

C. Tempat Pemeliharaan

1. Akuarium
  • Hanya cocok digunakan untuk pembenihan lobster
  • Idealnya ukuran akuarium 1 x 0,5 meter karena lebih mudah membersihkannya dibandingkan dengan akuarium ukuran 1 x 1 meter.
  • Kelemahan menggunakan akuarium adalah terbatasnya tempat pemeliharaan, sehingga perlu perlakuan khusus agar anakan lobster dapat tumbuh dengan normal. Sebagai gambaran biasanya satu ekor betina dapat menghasilkan 400-1000 ekor anakan lobster. Anakan tersebut siap dijual sebagai benih ketika sudah mencapai ukuran 5 cm lebih (sekitar umur 2 bulan). Sementara itu kepadatan untuk lobster anakan berukuran 5 cm lebih adalah 100 ekor /m2. Dengan demikian akuarium 1 m x 0,5m (0,5 m2) hanya bisa diisi 50 ekor lobster. Bayangkan jika jumlah anakan tersebut berjumlah 400 ekor, dan anakan tersebut ingin dibesarkan sampai 5 cm lebih, luasan akuarium 0,5 m2 tentu tidak bisa menampungnya. Cara yang bisa dilakukan adalah memindahkan anakan tersebut ke 8 akuarium yang yang berbeda. Selain membutuhkan biaya lebih juga pemindahan anakan harus dilakukan secara benar dan hati-hati. Coba bandingkan dengan kolam semen berukuran 2 x 2 meter dapat menampung 400 ekor anakan sekaligus. Alhasil, anakan lobster ukuran 5 cm itu dapat tetap hidup sampai besar di kolam tersebut tanpa perlu dipindahkan sehingga resiko kematian anakan juga dapat ditekan.
  • Kolam semen sangat cocok untuk pembenihan lobster yang berasal dari papua dan eropa. Untuk berkembang biak jenis lobster ini memerlukan suhu yang stabil, telur-telur lobster ini cepat membusuk akibat adanya perubahan temperatur
2. Kolam Semen
  • Keuntungan kolam semen adalah dapat digunakan untuk pembenihan, perkawinan dan penetasan telur sekaligus.
  • Kelebihan kolam semen dengan yang lainnya adalah temperaturair lebih stabil dibandingkan dengan kolam fiber atau akuarium. Sehingga cuaca ekstrim seperti apapun, pemeliharan lobster di kolam semen itu tidak menjadi masalah.
  • Patokan untuk melakukan budidaya lobster air tawar adalah jumlah lobster yang berada dalam satu kolam. Misalnya untuk pembenihan hingga mencapai ukuran 2 inci (5 cm) dapat ditebar sebanyak 100 ekor/m2 . Sementara itu untuk pembesaran sampai ukuran konsumsi dengan berat 100 gram per ekor dapat ditebar 10 ekor/m2.
3. Kolam Tanah

Lebih cocok digunakan untuk pembesaran daripada untuk pembenihan. Benih yang ditebar sebaiknya berukuran diatas 5 cm sehingga kemungkinan dimangsa predator lebih kecil, karena sudah bisa membela diri dan meloloskan diri dari bahaya serangan predator. Struktur kolam yang terdiri dari tanah akan dengan cepat menguraikan sisa-sisa pakan atau kotoran lobster yang berada di dasar kolam.

D. Tempat Persembunyian

Tempat persembunyian diperlukan karena dihabitat aslinya lobster air tawar suka bersembunyi dan mencari tempat yang gelap. Fungsi dari tempat pesembunyian adalah:

a. Sebagai tempat perlindungan lobster Tempat perlindungan akan lobster rasa nyaman dan tidak stress. Lobster lebih menyukai tempat gelap dan lebih banyak beraktivitas pada malam hari baik ketika makan maupun kawin.

b. Meminimalkan kanibalisme Lobster yang baru ganti kulit (molting) yang kondisi fisiknya lemah memerlukan tempat untuk bersembunyi atau berlindung. Hal ini dilakukan mengingat lobster bersifat saling memangsa (kanibal). Butuh waktu 1-2 hari untuk mengeraskan kembali kulitnya.

c. Menambah kapasitas ditampung Jumlah yang bisa ditampung dalam wadah pemelihaaran dapat ditingkatkan dengan cara menyusun tempat persembunyian secara bertingkat layaknya rumah susun atau apartemen. Jenis persembunyian bisa berupa pipa paralon, rooster, genteng, asbes, bamboo, paranet anggrek, karung bekas bawang bombay, tali rapia, kelambu, tanaman air, batu zeolit, batu koral, bahkan dedaunan. Pipa paralon yang digunakan terdiri dari 2 jenis :

  • Berdiameter 0,25 – 0,5 inci dengan panjang 5 cm untuk anakan lobster
  • Berdiamete 2 inchi atau lebih dengan panjang 15-20 cm untuk lobster siap konsumsi

Catatan Dalam mendisain kolam sudah seharusnya faktor pencahayaan diperhatikan. Bahkan sering kali pembudidaya lobster air tawar benar-benar menggelapkan seluruh kolam atau akuarium, bahkan menutup seluruh pemukaan kolam. Tujuannya agar lobster tetap melakukan aktifitas meskipun di siang hari.

E. Aerator

Aerator adalah jantung dari budi daya lobster karena dengan aerator akan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh lobster.

F. Pompa Air

Fungsi pompa air adalah untuk menyedot air dan menyemburkannya kembali sehingga bisa memberikan oksigen ke dalam air. Lebih baik lagi jika pompa air dikombinasikan dengan filter sehingga semburan air akan lebih bersih.

G. Peralatan Pendukung

Peralatan pendukung yang digunakan adalah pH meter, thermometer, salinitas meter, slang dan alat-alat panen.

Lebih mengUNTUNGkan mana PEMBENIHAN atau PEMBESARAN

Pembenihan:

  • Modal dan lahan terbatas, pasalnya dengan beberapa buah akuarium dan beberapa indukan saja usaha pembenihan sudah bisa jalan
  • Mempunyai banyak waktu dan dibutuhkan ketelatenan dan ketekunan yang tinggi

Pembesarran:

  • Modal relatif besar karena dibutuhkan untuk menyewa atau membangun kolam dan membeli benih.
  • Cukup praktis dan relatif mudah, dengan syarat kolam harus didesain sesuai teknik pembesaran super cepat, kualitas air terjamin, benih dipisahkan, pemberian pakan yang cukup maka enam bulan kemudian bakal memetik hasilnya.
    Desain kolam super cepat adalah adanya pengaturan air masuk dan air keluar secara terus menerus, tentu ini lebih low maintenance daripada teknik biasa.

BAGIAN KEDUA

KOLAM SEMEN

Sebelum kita memulai usaha pembenihan dan pembesaran maka perlu diperhatikan media pemeliharaaannya, salah satunya adalah kolam semen. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa keuntungan menggunakan kolam semen adalah temperatur air lebih stabil dibandingkan dengan kolam fiber atau akuarium. Sehingga cuaca ekstrim seperti apapun, pemeliharan lobster di kolam semen itu tidak menjadi masalah, selain itu daya tampung lobster dapat ditingkatkan tergantung pada luas kolam.

Luas kolam sangat fleksibel, tergantung bentuk dan luas tanahnya, dengan patokan dasar sebagai berikut:

  • Untuk pembenihan hingga mencapai ukuran 2 inchi (5 cm) dapat ditebar 100 ekor/m2
  • Untuk pembesaran sampai ukuran konsumsi dengan berat 100 gram per ekor dapat ditebar 10 ekor/m2

Namun jumlah lobster air tawar (lat) dapat ditingkatkan dengan cara menyusun tempat persembunyian layaknya rumah susun atau apartemen, misalnya paling bawah pipa paralon/rooster diatasnya genteng/asbes, di atas genteng/asbes diletakkan lagi pipa paralon/rooster dan begitu seterusnya sehingga ketinggiannya mencapai permukaan air kolam.

Ketinggian kolam semen 40-60 cm dengan ketinggian air 25-30 cm dan dibagian tepi atas kolam dibuat licin dengan diaci atau dikramik supaya lobster tidak mudah kabur.
Atap pelindung atau penutup kolam bisa berupa asbes atau paranet dengan tujuan agar suhu air tidak lebih dari 300C. Jika tanpa penutup atau atap sebaiknya ketinggian air kolam minimal 60 cm.

Kolam bertingkat juga dapat dibuat artinya diatas kolam bisa ditaruh akuarium atau bak semen dan pada kolam bawah dibuatkan tempat untuk menfilter air dengan membuat sekat atau kotak-kotak kecil misalnya sebanyak 3 bagian dan salah satunya untuk tempat mesin air untuk menyedot dan menyemburkan air ke kolam diatasnya sehingga akan terjadi sirkulasi air dan penghematan mesin air.

Pembuangan dan pengaturan tinggi air fleksibel sangat diperlukan untuk mengatur ketinggian air dan juga untuk membuang air kolam.

Kemiringan dasar kolam dibuat kurang lebih 5 cm kearah pembuangan air sehingga akan memudahkan saat menguras dan panen masal apabila pada bagian tengah kolam tidak terjangkau karena luasnya kolam.

Selokan. Pada kolam besar sebaiknya dibagian sisi atau pinggir kolam dibuat selokan atau semacam parit selebar kurang lebih 20 cm dan sepanjang kolam dengan kedalaman 10 – 20 cm. Selokan ini akan memudahkan saat panen lobster, karena saat air kolam di kuras lobster akan berkumpul atau menuju selokan tadi untuk mencari air.

A. Jenis Kolam Semen

Untuk usaha budidaya lobster dari pembenihan sampai pembesaran diperlukan kurang lebih 4 jenis kolam yitu:

  1. Kolam perkawinan
  2. Kolam Penetasan
  3. Kolam Pembenihan
  4. Kolam Pembesaran

Kolam Perkawinan

  • Ukuran kolam 1x1 atau lebih bisa diisi 2 set indukan siap kawin dengan perbandingan 4 jantan 10 betina atau 6 jantan 8 betina
  • Tempat persembunyian bisa berupa pipa paralon ukuran 2,5 - 3 dim sepanjang 15 cm sebanyak 14 buah. Jadi minimal 1 – 2 set indukan siap kawin per m2 kolam

Ukuran kolam misalnya 1x3 yang dapat disekat-sekat atau dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut:

  • Bagian pertama (1) dengan ukuran 1x1 disekat atau dibagi menjadi 6 bagian dimana masing-masing bagian ditaruh satu atau dua indukan yang menggendong telur dan juga pipa pararol berukuran 2,5 – 3 dim dengan panjang 15 cm sebanyak 1 atau 2. Disetiap sekat ada lubang atau celah antar sekat dan bagian kedua. Tujuannya adalah anakan yang telah lepas dari induknya akan keluar ke bagian kedua tempat anakan tumbuh dan tidak diganggu oleh induknya. Indukan yang sudah habis bertelur bisa dibiarkan sampai moulting/ganti kulit.
  • Bagian Kedua(2) adalah tempat anakan tumbuh dan berkembang maka dibagian ini ditempatkan potongan pipa-pipa kecil ukuran ½ atau kurang sepanjang 5 cm yang digabung menjadi satu misalnya 10 potongan diikat/dilem menjadi satu. Jumlahnya sebanyak anakan. Juga digantung potongan paranet layak pulau terapung selain sebagai tempat persembunyin juga tempat anakan memanjat bila suatu saat listrik padam dan suplai oksigen berkurang.
  • Bagian Ketiga(3) adalah sekat untuk filter air dan mesin air.

Kolam Pembenihan

  • Ukuran kolam bisa 1x1, 1x2 atau lebih.
  • Dapat menampung 100 benih sampai ukuran 2 inchi (5 cm) per m2
  • Benih yang ada dikolam penetasan dapat dipindahkan ke kolam pembenihan
  • Untuk menghemat tenaga boleh juga dibuat beberapa kolam penetasan, misalnya satu kolam penetasan untuk untuk 2 induk yang mengandung telur, harapannya kita tidak perlu lagi memindah-mindahkan anakan ke kolam lain sampai berumur 2 inchi (5 cm) Bagian pertama (1) disekat atau dibagi menjadi 2 bagian dmana masing-masing bagian ditaruh satu indukan yang menggendong telur dan juga sebuah pipa pararol berukuran 2,5 – 3 dim dengan panjang 15 cm Disetiap sekat ada lubang atau celah antar sekat dan ke bagian kedua. Indukan yang sudah habis bertelur bisa dibiarkan sampai moulting/ganti kulit.
  • Bagian Kedua(2) adalah tempat anakan tumbuh dan berkembang. Dilengkapi dengan maka dibagian ini ditempatkan potongan pipa-pipa kecil sepanjang 5 cm yang digabung atau dilem menajadi satu dan juga digantung potongan paranet layak pulau terapung.
  • Bagian Ketiga(3) adalah sekat untuk filter air dan mesin air.

Kolam Pembesaran

Ukuran kolam tergantung jumlah lobster yang akan ditampung. Idealnya pembesaran sampai ukuran konsumsi dengan berat 100 gram per ekor dapat ditebar 10 ekor/m2, namun daya tampungnya dapat diperbanyak dengan menambahkan tempat persembunyian yang banyak dan dibuat bertingkat.

BAGIAN KETIGA

USAHA PEMBENIHAN

Pembenihan adalah usaha untuk mendapatkan benih atau anakan. Keberhasilan pembenihan ditandai dengan diperolehnya lobster dalam jumlah banyak, berkualitas baik dan tingkat kematiannya rendah.
Pembenihan dapat dilakukan dalam skala kecil dan besar, tergantung pada jumlah indukan yang dikawinkan dan luas lahan yang digunakan.
Langkah-langkah pembenihan:

  • Memilih indukan jantan dan betina.
  • Mengawinkan indukan
  • Memindahkan induk yang mengandung telur, pengeraman dan penetasan telur.
  • Memelihara Benih

A. Memilih Indukan Jantan dan Betina

Sebelum kita memilih indukan jantan dan betina kita terlebih dahulu harus bisa membedakan induk jantan dan betina:

Induk Jantan

  • Pada bagian capitnya terdapat bercak berwarna merahyang baru muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster berukuran 4 inchi (10 cm). Tanda merah ini juga merupakan pertanda bahwa lobster jantan tersebut telah siap kawin.
  • Memiliki penis berupa dua daging menonjol pada pangkat kaki pertama dari bawah (ekor)

Catatan: Sebaiknya jangan mengawinkan lobster pada ukuran 4 inchi (10 cm), karena ukuran lobster tersebut masih tergolong induk muda yang hanya menghasilkan sedikit anak dan anak yang dihasilkan nantinya memiliki tingkat pertumbuhan yang terbilang lambat. Untuk itu sebaiknya tunggu sampai induk berusia enam bulan dengan panjang badan minimal 5 inchi (12,5 cm)

Induk Betina

Terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor) dan tidak terdapat kulit keras menutupi lubang itu. Lubang tersebut adalah kelamin lobster betina dan tempat mengeluarkan telurnya.

Memilih Indukan

  1. Pilih indukan yang berukuran diatas 5 inchi (12,5 cm) atau berumur di atas enam bulan, sehingga akan menghasilkan jumlah anakan cukup banyak dan pertumbuhan anakannya akan lebih cepat dibandingkan dengan anakan yang berasal dari indukan yang berukuran lebih kecil.
  2. Perbedaan ukuran badan antara lobster jantan dan betina diharapkan tidak terlalu jauh. Karena perbedaan yang terlalu jauh menyebabkan lobster sulit kawin.
  3. Pilih indukan yang pertumbuhannya paling cepat diantara lobster-lobster yang lain.
  4. Perhatikan kelaminnya sehingga tidak memilih lobster yang banci
  5. Pilih lobster yang badannya gemuk. Hindari memilih indukan yang berkepala besar, tetapi tubuh dan ekornya kecil. Ini ciri lobster kurang makan.
  6. Calon indukan lobster yang berkualitas bisa didapat dengan cara memisahkan lobster jantan dan betina ketika berumur 2 inchi (5 cm). Tujuannya ketika lobster mencapai ukuran 4 inchi (10 cm) lobster yang sudah matang gonad tersebut tidak melakukan perkawinan dini. Paling bagus dikawinkan setelah masing-masing mencapai ukuran minimum 5 inchi (12,5 cm)

B. Mengawinkan Indukan

  1. Media berupa kolam atau akurium 1 x 0,5 x 0,25 meter
  2. Masukkan lima lobster betina dan tiga lobster jantan
  3. Masukkan delapan buah pipa paralon berdiameter 2 inchi dan panjang 15-20 cm.
  4. Biasanya dua minggu setelah jantan dan betina digabung sudah ada yang bertelur.
  5. Akuarium tempat perkawinan ditutup dengan plastik hitang agar indukan tidak terganggu oleh lalu-lalang orang.
  6. Berikan makanan yang bisa merangsang indukan betina agar matang gonad, misalnya cacing tanah atau pelet lobster dengan kandungan protein yang tinggi.

C. Pemindahan Induk, Pengeraman dan Penetasan Telur

Pemindahan Induk

  1. Lobster betina yang sedang bertelur akanmemeluk dengan erat telurnya dengan melipat ekornya.
  2. Setelah minggu ke-2 atau ke-3 telur baru dapat menempel dengan baik di kaki renangnya dan lobster betina akan berjalan-jalan keliling akuarium dengan ekor terbuka, sehingga telurnya dapat terlihat.
  3. Induk dapat dipindahkan ke akuarium atau kolam penetasan masal. Gunakan kurungan keranjang untuk memindahkannya

Pengeraman dan Penetasn Telur dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Minggu ke-2 bentuk telur masih bulat
  2. Minggu ke-3 mulai terlihat dua bintik hitam mata pada telur. Titik hitam merupakan emrio.
  3. Minggu ke-4 capit, sungut dan kakinya mulai tumbuh. Namun emrio lobster tersebut masih mengandung kuning telur.
  4. Minggu ke-5 hampir seluruh kuning telur sudah tidak ada. Dengan demikian, cadangan makanan untuk embrio sudah tidak ada. Ketika itu, emberio mulai lepas satu per satu dari induknya untuk mencari makan sendiri.

Catatan: Setelah semua anakan terlepas, induk betina dipindahkan ke akuarium lain untuk istirahat selama dua minggu sampai satu bulan, bahkan idealnya sampai berganti kulit.Setelah kulitnya mengeras lobster tersebut dapat dikawinkan lagi.

D. Memelihara Benih

Anakan lobster sebaiknya diberikan pakan pelet khusus yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga bisa memicu pertumbuhan anakan dengan baik. Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 3% dari berat badannya. Pada pagi hari pakan diberikan sebanyak 25% dan sore hari 75%. Jika jumlah pakan yang diberikan berlebih dan tidak dimakan maka pada hari berikutnya jumlah pakan harud dikurangi.

E. Panen Benih

Setelah berukuran 2 inchi (5 cm) atau berumur dua bulan sejak lepas dari induknya, anakan bisa dipanen dan dijual untuk dibesarkan. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau malam hari. Karena pada waktu tersebut suhu tergolong rendah sehingga benih tidak lemas akibat kepanasan.

Catatan: Kematian benih akibat serangan hama dan penyakit sangat jarang. Biasanya dalam satu kelompok anakan, sekitar 10% mati akibat tidak mampu beradaptasi karena secara genetik anakan itu memang lemah, kegagalan dalam pergantian kulit yang pertama kali, bahaya pencemaran racun yang bisa muncul, misalnya bekas semprotan (fogging) deman berdarah, jika gas yang disemprotkan mengenai air tempat hidup benih, dapat dipastikan benih akan mati. Sebaiknya sebelum penyemprotan sebaiknya semua media ditutup dengan plastik. Dan kalau perlu matikan mesin airnya.

BAGIAN KEEMPAT

USAHA PEMBESARAN

 

Pembesaran adalah usaha pemeliharaan lobster untuk mendapatkan lobster dewasa yang siap dikonsumsi, untuk mendapatkan indukan dan untuk dijadikan lobster hias. Dibutuhkan waktu 6 – 7 bulan untuk mencapai semua tujuan tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pembesaran adalah:

  1. Pilihlah benih berukuran 2 inchi (5 cm) yang capitnya belum berbercak merah. Tidak perlu khawatir membeli benih yang capit, sangut atau kakinya buntung karena ketika pergantian kulit bagian tubuh itu akan tumbuh kembali seperti sediakala.
  2. Faktor yang paling menentukan agar lobster bisa tumbuh dengan cepat adalah keberadaan oksigen terlarut dalam air. Oksigen dibutuhkan dalam jumlah besar agar lobster bisa mengolah makanan menjadi daging. Jika jumlah oksigen kurang, makanan yang diolah menjadi sedikt sehingga bobot daging lobster tidak bertambah.
  3. Pakan yang berprotein tinggi sangat diperlukan sebagai zat-zat untuk membentuk daging. Jika oksgen dan pakan dikombinasikan dengan baik, lobster akan tumbuh optimal dan cepat.
  4. Ruang tempat bergerak untuk lobster. Beda halnya dengan pembesaran sapi atau ayam yang dibesarkan ditempat yang memiliki ruang gerak yang sempit, pertumbuhannya akan lebih cepat. Lobster pertumbuhannya akan lebih lambat jika dipelihara di wadah sempit seperti akuarium dibandingkan dengan dipelihara di wadah atau kolam yang lebih luas. Tempat yang lebih besar membuat lobster lebih aktif bergerak dan beraktifitas, sehingga membuatnya cepat lapar dan banyak makan, pertumbuhan badannya bakal lebih cepat.

BAGIAN KELIMA

PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR SUPER CEPAT

Pertumbuhan lobster super cepat ditentukan oleh:

  • Keberadaan oksigen terlarut yang tinggi dalam air yang dapat memacu pergantian kulit (molting). Biasanya setiap pergantian kulit ukuran kulit lobster menjadi bertambah sekitar 50% dari ukuran kulit lobster sebelumnya. Dengan demikian otomatis pertumbuhan dagingnya juga bertambah besar. Oksigen sangat dibutuhkan untuk mengubah zat-zat makaan menjadi daging.
    Cara menciptakan oksigen adalah dengan melakukan pergantian air terus-menerus atau setiap saat yaitu memasukkan air baru ke dalam kolam secara perlahan-lahan dan terus menerus melalui pipa atau kran air selama 24 jam.
    Oksigen juga bisa ditambahkan ke dalam air melalui aerator untuk menciptakan gelembung udara
  • Pemberian pakan berprotein tinggi.
  • Menyedot kotoran kolam 3 hari sekali dan menambahkan air.

Catatan:

  • Lobster anakan bisa seminggu sekali berganti kulit, bahkan ketika bayi bisa berganti kulit 2 kali dalam seminggu.
  • Lobster melakukan pergantian kulit sejak berupa anakan, begitu lepas dari induknya lobster mulai mencari makanan sendiri dan dagingnya bertambah besar.
  • Proses yang paling rawan adalah saat pergantian kulit pertama. Karena itu, pada saat menyedot kotoran, air untuk anakan pada bulan pertama jangan diganti lebih dari seperempatnya.
  • Lobster yang sedang berganti kulit sangat rawan terserang kematian jika dipindahkan atau dikirim ke tempat lain menggunakan paking kering. Pasalnya pada saat ganti kulit kondisinya sedang kritis sehingga perubahan suhu dan pH air sedikit saja dapat memicu kematian lobster.

Tentang penulis:

Penulis adalah guru TIK / Komputer di SMP Cipta Dharma yang suka menggeluti budidaya lobster air tawar.

3 thoughts on “Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar

  1. wonderfull beautiful kembangkan terus mr nanti kita buat kuliner khsus oalahan lobsster……

  2. Mantap, menambah pengetahuan bagi pemula yang ingin memulai budidaya lobster air tawar, kembangkan dan lengakapi sampai sedetail-detailnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *