Penentuan jenis kelamin pada Mahkluk Hidup

Oleh: Drs. I Made Pasti Adi Putra

Pernah gak sih kita bertanya-tanya kenapa makhluk hidup bisa ada yang perempuan (betina) dan kenapa ada yang laki-laki (jantan)? Memangnya Kenapa sih ?, faktor apa yang menentukannya? Faktanya, Determinasi sex, di pengaruhi oleh kromosom seks. Menariknya, setiap makhluk hidup di muka bumi ini memiliki sistem kromosom yang berbeda-beda. Maka dari itu, kita akan coba jelasin ke mereka yang belum paham mengenai macam-macam sistem pada determinasi seks.

Peranan kromosum X pada mamalia adalah menentukan sifat betina dan pemberi kehidupan, sedangkan kromosum Y adalah sangat mempengaruhi jenis kelamin. Berdasarkan susunan kromosum kelamin, Tipe penentuan jenis kelamin mahkluk hidup dapat di bedakan menjadi:

Tipe XY

Tipe XY terdapat pada manusia, tumbuhan, semua hewan mamalia , dan Drosophilia melanogaster, Tipe XY memiliki 2 macam gonosum yaitu kromosum X dan kromosum Y. Individu betina memiliki memiliki 2 kromosum X dan tidak memiliki kromosum Y (kariotipe betina adalah XX/homogametik) sehingga betina hanya memiliki 1 macam ovum (ovum yang mengandung kromosum X), Individu jantan memiliki satu kromosum X dan satu kromosum Y (kariotipe jantan adalah XY/ heterogametik) sehingga jantan memiliki dua macam sperma (sperma yang mengandung kromosum X dan sperma yang mengandung kromosum Y). Apabila jumlah kromosum suatu individi di simbulkan dengan 2n (diploid) berarti jumlah kromosumnya adalah 2 autosum + 2 gonosum, pada wanita atau betina di tulis 2AXX dan pada laki laki atau jantan di tulis 2AXY. Jumlah kromosum manusia adalah 46 kromosum (23 pasang kromosum) dan jumlah autosomnya 44 buah (22 pasang) dan jumlah gonosumnya 2 buah (1 pasang).

Terjadinya anak perempuan atau laki laki secara genetik dapat di kenali yaitu jia Spermatozoa pembawa kromosum X (ginospermium) membuahi sel telur (membawa kromosom X maka terjadilah anak perempuan, Namun jika spermatozoa membawa kromosom Y (androspermium) membuahi sel telur (membawa kromosum X, maka terjadilah anak laki laki.

Tipe XO

Tipe ini terdapat pada berbagai jenis serangga (misalnya belalang dan kutu daun), pada tipe ini, kromosom kelaminnya hanya satu yaitu kromosom X dan O, Sebagai contoh sistem penentuan jenis kelamin pada belalang.

Berbeda dengan lainnya, pada sistem XO hanya melibatkan kromosom X saja. Di mana, kromosom betina terdiri dari XX sedangkan kromosom jantan terdiri dari X saja.

Pada gambar tersebut dijelaskan bahwa betina menghasilkan satu jenis sel telur yang mengandung kromosom X. Sementara, jantan menghasilkan dua jenis sperma, yakni sperma yang mengandung kromosom X dan sperma yang tidak mengandung kromosom X.

Nah, kromosom jantan di sinilah yang bertindak sebagai penentu jenis kelamin. Apabila, sperma X bertemu sel telur X maka akan menjadi betina. Sementara itu, apabila sperma yang kosong bertemu dengan sel telur X akan menjadi jantan.

Tipe ZW

Tipe  ZW terdapat pada unggas (ayam, itik dan puyuh), burung, ngengat dan kupu kupu dan berbagi jenis ikan. Coba kita ambil contoh ayam. Di dalam tubuh ayam betina terdiri dari kromosom ZW sedangkan ayam jantan terdiri dari kromosom ZZ.  Sehingga, pada saat terjadinya meiosis ayam betina akan menghasilkan kromosom Z dan W. Sementara itu, ayam jantan menghasilkan kromosom Z dan Z. Apabila, sel sperma Z bertemu sel telur W maka menjadi betina. Sementara itu, jika sel sperma Z bertemu sel telur Z akan menjadi Jantan.

Tipe Ploidi/Haplodiploid

Sistem determinasi seks selanjutnya adalah sistem haplodiploid, contohnya ada pada semut, rayap, dan lebah. Haploid (n) sendiri berarti satu set kromosom sedangkan diploid (2n) berarti dua set kromosom. Haplodiploid adalah sistem penentuan seks yang menghasilkan jantan dari telur yang belum difertilisasi (haploid) dan betina dari telur yang telah difertilisasi (diploid).

  • Lebah jantan memiliki jumlah kromosom haploid (n).
  • Lebah betina memiliki jumlah kromosom diploid (2n).

Nb. Nah kalau intersex bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *